Sulama Daha, Ternate
Setelah lelah bekerja berhari – hari mencari segenggam emas dari butiran – butiran keringat. terbayarlah ketika gue sampai di hari terahir di Ternate. Butiran – butiran peluh menjadi kenangan yang tak mungkin terlupa. Ketika deburan ombak mulai sayup, dan teriakan anak – anak kecil berlari di kejar ombak mulai pudar… sudut terpencil daerah wisata lokal “SULAMA DAHA” membuatku bergumam “ALLAHUAKBAR” begitu besar karuniaMu ya Rabb… Gue sangat kecil dibanding lautan lepas itu dan pulau – pulau yang berserakan bak teratai di tengah kolam… Sangat indah.

Kutelusuri jalan setapak yang sudah tampak *bagus (*baca Keren -red), setapak kaki demi setapak, di bawah matahari Khatulistiwa yang menggarang kulit, tapi tetap ku jejakkan kaki ini untuk tetap melangkah. Terbayar sudah peluhku, tersenyumku diujung “SULAMA DAHA”, dihiasi Pulau Hiri yang begitu anggun dan serakan pulau – pulau lain yang mengelilingi … Gemerlap riak air di terpa mentari buat aku semakin terpana… kilauan intan gemintan…

gemercik air membelai perahu – perahu nelayan, gemercik air yang menampar batu – batu karang, buat aku terlena… danbyurrrr… sekejap dingin air “SULAMA DAHA” sudah membasahi sekujur tubuh letih ini, dan hilang penat dalam hitungan detik… bercengkrama dengan mahluk – mahluk kecil air… berenang bersama hilir mudik di tepian… mereka menghilang kedalam batuan tepi… dan sesekali mengintipku tanpa baju…

Jam terus berdetak cepat, dan matahari kian bergulir ke barat… aku berkemas, tapi masih ada sedikit yang tertinggal, kembali meng“capture” lagi… entah kapan aku kan kembali, entah brapa lagi lagi kau kan menanti… setidaknya kan kunikmati kau hari ini… hingga terpuaskan segala nafsuku… takkan kulepaskan kau dari pelukanku (jgn mikir jorok yee). Sulama Daha terima kasih atas keindahan lekuk tubuhmu yang memenuhi isi memoryku…
all picture captured by NIKON D80 with 18-135 lens.


nice capture.. keep on capturing om..
makin keren aja euy.. gak sia2 jalan jauh yaks.. mantabs..